Badai Kecil Bernama Wali Murid

1315 Words

Setelah menyelesaikan satu persidangan cukup melelahkan, Jiva langsung tancap gas ke sekolah si kembar. Kali ini, bukan Mbak Yanti atau Salwa yang menjemput. Tapi dirinya sendiri—karena katanya, “Papa harus tetap keren dan eksis di mata anak-anaknya.” Mobil SUV hitamnya melaju mulus ke halaman sekolah. Jiva turun dengan gaya khasnya: kemeja putih, lengan digulung, celana kain gelap, sepatu pantofel, plus jam tangan yang menyala elegan di pergelangan. Tak butuh waktu lama, beberapa mata langsung menoleh. Termasuk—beberapa wali murid. “Pak Jiva ya?” Seorang perempuan muda, anggun dengan blazer modis dan make up tipis, menyapanya sambil tersenyum lebar. Jiva menoleh sopan. “Iya, Bu?” “Saya Ibu Mita. Anak saya sekelas dengan Rasyid. Katanya Papa Rasyid keren banget. Ternyata benar ya.” uj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD