Sesampainya di rumah sakit, suasana sepi menyambut mereka. Lampu-lampu lorong menyala temaram, namun petugas di Instalasi Gawat Darurat tetap sigap. Begitu tiba, Salwa langsung dibawa menggunakan kursi roda menuju ruang IGD. Jiavala berjalan di sampingnya, memberikan instruksi singkat kepada suster jaga, sementara Jiva menggenggam tangan istrinya tak lepas sedetik pun. Salwa menahan rasa sakit yang kian intens. Wajahnya pucat, keringat dingin membasahi pelipis, dan nafasnya mulai tidak beraturan. Kontraksi datang lebih sering, dan rasa nyeri menjalar tajam hingga ke punggungnya. Namun genggaman tangan Jiva, tatapan penuh kasih dan ketegaran suaminya, menjadi jangkar yang membuatnya tetap bertahan. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, seorang perawat berkata dengan sigap, “Sudah pembukaan

