Bab 53. Putus Asa

1020 Words

Gracie terus melangkah dengan cepat, tanpa menoleh lagi. Beruntung dia berhasil mengejar taksi yang lewat, sehingga bisa segera meninggalkan kediaman Xavier. Namun sepanjang perjalanan, air mata tak henti-hentinya mengalir dari pelupuk mata Gracie, hatinya hancur karena terluka oleh kenyataan yang begitu keras. "Kenapa ini harus terjadi padaku? Apakah aku nggak pantas untuk bahagia?" gumam Gracie dalam hati, merasa tak berdaya dan putus asa. Kepalanya menyandar lemas pada jendela mobil, dan air matanya bercucuran seiring rasa sakit yang memaksa dirinya untuk menyerah. Di tengah tangisan Gracie yang tak terbendung, sopir taksi mengulurkan selembar tisu padanya, meski tidak berani untuk ikut campur atau bertanya tentang permasalahan yang dihadapi oleh penumpangnya. "Terima kasih, Pak," uc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD