54~SN

1222 Words

“Apa terlalu maksa kalau aku minta mama sama papa juga ijab kabul?” bisik Mila saat berjalan bersama Nila menuju ballroom. “Buat mamaku ... iya.” “Mamaku juga,” sahut Mila tidak terima dengan ucapan Nila. Ia melihat ke belakang sekilas, menatap Gavin dan Kirana yang berjalan bersisian dengan wajah yang tampak bahagia. “Dasar anak kecil.” Nila tidak mengerti, mengapa Mila seolah sangat haus kasih sayang dari seorang ibu. Apakah gadis itu tidak pernah mendapatkan perhatian ibunya dahulu kala? “Biarin.” Mila merespons dengan santai. “Tapi, Mbak, PR-nya sekarang itu bikin mereka nikah secepatnya. “Kenapa harus cepat-cepat?” “Biar mama bisa pindah ke rumahku,” jawab Mila dan mereka masih berbicara dengan berbisik. “Kasihan, kan, kalau mama tinggal sendirian di apart kalau kamu sudah dibaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD