Bab 104. Tangis Penyesalan

1249 Words

Tak jauh dari kursi tempat Agatha duduk bersama Jayden sosok Matthias dan Xander berdiri dengan mata yang sama-sama kosong. Kenanga yang berdiri di pelukan Matthias segera membenamkan wajahnya pada pelukan putranya ketika mereka melihat tubuh Agatha yang terguncang dan wanita itu menciumi wajah Jayden. Suara teriakannya itu sudah menjelaskan semuanya. Kepala keluarga Atmajaya telah pergi untuk selamanya. Tidak bisa banyak yang diucapkan malam itu. Maxwell sendiri segera meminta petugas medis untuk membantu mengangkat tubuh Jayden yang tak bernyawa dan menyambut Agatha yang terus menangis histeris. Ia memeluk wanitanya dengan erat dengan tangan yang mengelus rambutnya. "Jayden sudah bahagia, dia udah ketemu Rafa," bisik Maxwell memberikan pelukan yang sangat erat pada Agatha yang kian me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD