Malam di Sektor 7 tidak memberikan ketenangan bagi penghuninya. Udara di dalam mansion mewah itu terasa statis, seolah-olah oksigen pun enggan bergerak di antara dinding-dinding marmer yang dingin. Virian Pratama baru saja menapakkan kaki di lobi, namun aura predator yang tadi ia tunjukkan di depan Kael telah menguap, berganti dengan beban rasa bersalah yang nyaris membuat bahunya patah. Ia melangkah menuju lantai atas, tempat di mana Karina berada. Setiap langkah sepatunya yang mahal terdengar seperti hitungan mundur menuju kehancuran yang ia buat sendiri. Di depan pintu kamar itu, Zen Adipura berdiri tegak, wajahnya yang biasa jenaka kini tampak seperti batu karang yang keras. "Dia belum tidur, Pak," bisik Zen tanpa ekspresi. "Tapi dia tidak mau makan. Dia hanya diam menatap arah jende

