“Ya ampun, Aruna. Kamu kemana saja selama ini? Kamu pergi kemana setelah lulus? Aku kehilangan kontakmu. Nomor ponsel kamu ganti?” “Syukurlah aku bisa bertemu denganmu lagi.” Tanpa menghiraukan wajah kebingungan Runa, perempuan berambut pendek itu langsung memeluk Aruna. Sebelah telapak tangannya menepuk-nepuk pelan punggung Runa yang masih terdiam kebingungan. Aruna tidak membalas pelukan perempuan asing yang tiba-tiba saja memanggil namanya, bahkan nama panjangnya lalu memeluk tanpa permisi. “Aku beneran seneng ketemu kamu lagi, Runa.” Runa mendorong tubuh perempuan yang memeluknya, hingga wanita itu menarik satu langkah ke belakang. Runa menatap perempuan di depannya. Bola mata Runa bergerak, memperhatikan wajah di depannya. Sepasang alis wanita itu berkerut ketika sang pemilik seda

