Dewa mendorong pintu mobil, kemudian keluar. Sepasang mata pria itu tertuju ke arah sosok perempuan anggun, cantik, yang tak lama lagi akan menjadi istrinya. Perempuan yang akhirnya membuatnya berpikir untuk mengakhiri petualangan. Bersama Jingga, ia merasa begitu nyaman. Sebelah tangan pria itu bergerak menutup pintu mobil sebelum kakinya terayun ke arah teras rumah. Pandangan mata pria itu tidak beralih dari sang calon istri yang kini sudah tiba di teras, kemudian menerima pelukan dari mamanya. Garis bibir Dewa tertarik, melengkung membentuk senyum tipis. Mamanya sangat menyukai Jingga yang sederhana meskipun berasal dari keluarga berada. Kepribadian Jingga yang sederhana itu langsung cocok dengan mamanya, membuatnya mudah mendapat restu ketika berniat untuk membawa hubungan dengan Jin

