Bab 43.

1413 Words

“Kok Mas nggak kasih tahu aku kalau tadi pergi ke WO?” Jingga sudah menunggu, namun sepertinya Dewa tidak berniat bercerita. Ada rasa kecewa terselip, akan tetapi Jingga berusaha untuk menekannya. Alhasil, Jingga yang sedang duduk di kursi penumpang sebelah sang pemilik mobil itu sama sekali tidak menoleh. Tatapannya masih lurus ke depan dengan punggung menyandar sandaran kursi. Seolah dengan begitu ia bisa melampiaskan rasa kecewa pada pria di sampingnya. “Oh … itu. Aku baru mau cerita.” Bola mata Dewa bergerak ke kiri tak lebih dari satu kejap mata. Dewa menelan salivanya. Jari tangan pria itu meremas kemudi. Suasana di dalam mobil terasa tegang. Hubungan dua orang penghuni yang tak lama lagi hendak menikah tersebut tak mampu menghangatkan suasana kali ini. Yang terasa justru sebali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD