Bab 29.

1168 Words

“Salah satu tanda-tanda kiamat besar itu, waktu terasa berjalan sangat cepat.” Hal ini juga yang Runa rasakan. Anak kecil yang duduk bersila di atas karpet dengan kepala terangkat itu mengerjap. “Memangnya waktu bisa jalan, Buma?” Hari ini Runa pulang saat matahari belum benar-benar tenggelam. Sang surya saat itu masih belum ditundukkan oleh sang penguasa kegelapan, sehingga ia punya waktu lebih banyak bersama Lingga. Sepasang mata polos itu menatap penuh rasa ingin tahu sang buma. Dia pikir hanya manusia dan binatang yang bisa berjalan. Oh … mobil juga bisa berjalan. Kendaraan roda dua, sepeda juga bisa berjalan. Tapi waktu? Apa itu waktu? Dia tidak paham bagaimana waktu yang asing itu berjalan. Sepasang bibir Runa terbuka, namun tertutup detik berikutnya. Dia sedang menceritakan tent

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD