Bab 104

1327 Words

Sudah tiga hari Liora pulang dan selama itu juga dia selalu di teror oleh Lorenzo jika malam hari. Dia selalu menyelinap masuk ke dalam kamarnya, dan yang membagongkannya, dia datang hanya untuk menciumnya, cukup membuat dia kesal, namun dia tidak berani untuk mengatakannya kepada ayahnya karena takut jika ayahnya akan bertindak yang tidak-tidak kepada Lorenzo. "Ayolah, Ben. Kau harus membantuku. Aku— Liora terlejut saat dia sedang asik berbicara dengan Beni, lelaki yang dia akui sebagai kekasinya terpotong karena ada yang seperti membuka jendelanya, padahal selertinya dia sudah menguncinya. Liora akhirnya mematikan sambungan telefonnya dengan Beni dan mengecek ke arah balkon kamarnya yang ternyata masih tertutup. "Tidak mungkin jika dia bisa masuk, aku sudah menguncinya." Gumam Liora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD