93 - Kalandra POV - Istriku

1094 Words

Aku mengunci pintu kamar suite mewah itu dengan pendengaran yang tajam, memastikan bunyi klik mekanisnya menandakan bahwa dunia luar—termasuk kekacauan yang diciptakan Violin tadi—telah sepenuhnya terputus. Acara sudah selesai. Aku bersandar sejenak di balik pintu, mengatur napas yang sedikit memburu. Bukan karena lelah, tapi karena gairah yang sedari tadi kutahan di bawah lampu pelaminan kini menuntut untuk dilepaskan. Aku memutar tubuh dan mataku langsung tertuju pada Aleandra. Istriku. Dia berdiri di tengah kamar yang luas itu, di antara ribuan kelopak mawar merah yang ditata sedemikian rupa di atas ranjang king size kami. Cahaya lampu temaram menyinari kulit bahunya yang putih porselen. Dia tampak luar biasa cantik, bahkan kata 'cantik' terasa terlalu sederhana untuk mendeskri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD