122 - Pertemuan Pertama

1549 Words

Aku buru-buru memasukkan ponsel ke dalam tumpukan handuk bersih di lemari kecil bawah wastafel. "Gawat, baiklah aku harus tetap tenang." Jantungku masih berdegup kencang saat aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan ekspresi wajahku sebelum memutar kunci pintu. "Oke Alea, bersikap santai, normal, jangan gugup." Begitu pintu terbuka, Kalandra sudah berdiri di sana dengan rambut berantakan dan tubuh telanjang d**a. Matanya menyipit, menatapku penuh selidik. "Lama sekali? Kenapa pakai dikunci segala?" tanya Kalandra. Suaranya serak khas orang bangun tidur, tapi tetap terdengar mengintimidasi. Apa Kalandra mencurigaiku, aku terus bertanya-tanya. Aku memaksakan senyum tipis sambil menggosok perutku pelan. "Aduh, Mas, perutku agak mulas sepertinya. Mungkin karena efek steak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD