77 - Kemarahan Kalandra 🔥

1451 Words

Aroma minyak esensial dan musik klasik yang tenang memenuhi ruangan spa mewah itu. Selama hampir tiga jam, aku dimanjakan dengan berbagai perawatan, mulai dari lulur s**u hingga facial. Namun, di balik wajahku yang tampak rileks di bawah pijatan terapis, pikiranku masih tertambat pada pesan-pesan Kalandra tadi pagi. Setelah selesai, aku keluar dari ruang perawatan dengan perasaan lebih segar. Aku melihat Nenek Marine sedang duduk di area tunggu, ponsel menempel di telinganya. Beliau tampak sangat serius mengobrol dengan seseorang, suaranya pelan namun nada bicaranya menunjukkan itu adalah urusan bisnis yang penting. "Nek, aku ke minimarket depan sebentar ya? Mau beli minuman dingin dan sesuatu," pamitku pelan sambil menunjuk ke arah pintu keluar. Nenek hanya mengangguk singkat sambi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD