Lampu-lampu kota Paris mulai menyala satu per satu, menciptakan kerlip emas yang menembus jendela kaca raksasa di suite Presidential kami. Kamar ini adalah puncak kemewahan, lantai marmer putih yang ditutup karpet beludru tebal, dinding yang dihiasi lukisan klasik asli, dan balkon luas yang menyajikan Menara Eiffel tepat di depan mata—seolah menara itu adalah dekorasi pribadi milik kami. Aku sengaja keluar ke balkon sejenak untuk menerima panggilan telepon dari kantor pusat, memberikan instruksi terakhir agar tidak ada satu pun orang yang mengganggu waktu pribadiku selama di sini. Namun, begitu aku mematikan ponsel dan kembali masuk ke dalam kamar, duniaku seolah berhenti berputar. Alea berdiri di sana, tepat di depan ranjang king size yang sudah ditaburi kelopak mawar putih. Dia menge

