Herra melirik sekilas ke arah jam dinding berlapis emas di kamarnya. Masih ada waktu beberapa jam sebelum Dewangga pulang. Adrenalin karena rasa bosan dan stres menghadapi Elnino tadi justru membuatnya ingin melampiaskan segalanya pada Gerrald. “Tapi sepertinya aku merindukanmu sekarang,” bisik Herra ke ponselnya, suaranya berubah manja sekaligus menuntut. “Aku ke apartemenmu, Gerrald. Tunggu aku.” “Kau akan kemari? Sekarang? Cepatlah karena aku sudah sangat merindukan tubuhmu,” ucap Gerrald tadi dengan nada rendah yang membuat Herra langsung melupakan statusnya sebagai istri Dewangga Langston. Setelah bersiap dengan dres yang sangat berani, Herra keluar dari kamarnya. Di depan kamar bayi, ia berpapasan dengan Lena, salah satu baby sitter Elnino yang tampak masih pucat karena kejadi

