21. Gairah dan Keinginan yang Tertahan

1447 Words

Kamar bayi sore terasa sangat damai. Cahaya oranye dari matahari yang mulai terbenam masuk melalui celah gorden, menyinari lantai kayu. Aruntala duduk di kursi menyusui yang empuk, bantal melingkari pinggangnya, sementara Elnino berada di pelukannya, sedang menyusu dengan tenang. ​Aruntala menyandarkan kepalanya ke belakang, memejamkan mata sejenak, menikmati momen di mana ia merasa paling berguna. Tidak ada tekanan dari kampus, tidak ada tatapan tajam Dewangga. Hanya ada suara napas bayi yang teratur. ​Namun, kedamaian itu perlahan terusik. ​Aruntala merasakan perubahan suhu di belakangnya. Bulu kuduknya berdiri. Aromanya ... aroma sandalwood yang maskulin dan dingin, tiba-tiba memenuhi indra penciumannya. Seseorang baru saja masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu, dan orang itu kini berd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD