110 || Jilid 2: Nomor Asing

1132 Words

"Bener nggak mau tinggal sama Mama aja, Na?" Buana. Memang 'Na' adalah panggil kecilnya, disebut oleh siapa pun itu, tetapi terasa lebih berkesan dan renyah saat Bumi yang menyuarakan panggilan tersebut. Na. "Iya, Ma. Mau ikut abang. Kan, kata Mama, Buana harus manut sama suami." Sambil senyum malu-malu. Oh, tentu. Sedari lama Buana sudah diajarkan bagaimana menjadi istri yang baik. Dulu, kan, pernah hampir menikah. Terus batal karena cowoknya berengsek. Maka dari itu, Buana sering merasa antara nyangka nggak nyangka atas status barunya beserta dengan kehadiran Bumi di sini. Dia telah berhasil melewati fase paling terpuruk dan mengerikan dalam hidup. "Ya udah, tetep jaga diri, ya? Jaga martabat dan kehormatan suami juga." "Iya, Mama. Percaya, deh, sama Na. Udah terlatih diospek Mama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD