"Maaf?" racau Buana, masih dalam dekap Bumi yang Buana biarkan. "Hm. Abang minta maaf, Na ... maaf," ulang Bumi, suaranya amat lirih dan parau. Dia serius atas permintaan maafnya. Waktu enam bulan tanpa Buana, Bumi rasa tak akan sanggup lagi kalau diteruskan kehidupan pisah rumah ini. Bumi ingin kembali kepada Buana dan Buana kembali padanya. Bersama-sama seperti dulu, Bumi akan membuat kisahnya dengan Buana menjadi lebih baik dari hari itu. "Kasih Abang kesempatan buat kita, Na. Akan Abang benahkan dan membuat semuanya jadi lebih menyenangkan. Abang mau jadi suami dan papa yang baik untuk kamu dan anak kita nanti. Please ...." Yang Buana dorong d**a Bumi, melepas dekap, dengan sorot mata penuh amarah di sana. Agaknya, Bumi terkesiap. "Na ...." Bumi memelas. "Please." Dada Buana ber

