107. Empat Bulanan

1873 Words

Restu memang menepati semua janjinya padaku. Tidak lagi mengabaikanku dan juga selalu berusaha pulang tepat waktu. Hanya saja, seusai makan malam, maka ia akan meminta izin untuk berada di ruang kerja. Mengerjakan apa saja yang sekiranya tidak sempat ia kerjakan saat di kantor. Atau jika tidak, maka ia akan menyiapkan apa saja yang akan dia kerjakan besok. Aku pun sekarang lebih senang mengekorinya di ruang kerja. Main ponsel sambil bersantai merebahkan diri di atas sofa yang di letakkan di dalam ruang kerjanya. Rupanya ia juga tak terganggu dengan keberadaanku. Ini sudah satu bulan berlalu. Itu artinya kepergian Gladis juga sudah selama itu. Tanpa kabar berita dan kutahu Restu juga tak mencarinya. "Kau sudah mengantuk? Tidurlah dulu." Restu berucap kala mendapatiku yang menguap. Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD