Keesokan hari. Itu adalah hari libur Alea dan Jeje. Jeje sendiri masih sibuk dengan berbagai macam pekerjaan yang seolah tidak ada habisnya. Masih setia mengerjakan tugasnya satu persatu. Dia duduk di atas ranjang sambil memangku laptop dengan fokus. Lea melihat Jeje yang super sibuk itu setiap waktu. Dia menerka-nerka, apa saja pekerjaan Jeje selain menjadi dosen? Kalau diingat-ingat, Jeje belum pernah menceritakan hal itu kepadanya. Sesibuk itu kah menjadi dosen? Atau jangan-jangan Jeje punya bisnis lain? Ah, ternyata banyak hal yang belum diketahui nya. Sampai-sampai dia juga baru tau, bahwa Keano adalah adik kandung Jeje. "Lea, kamu ngapain berdiri di sana? Sini, duduk." Saat itu Lea sedang berdiri di ambang pintu sambil memperhatikan Jeje. "Iya, Mas. Barusan abis telepon bunda," j

