Seorang perempuan muda tampak begitu ceria. Ia turun dari mobilnya dan menggandeng seorang bocah laki-laki yang tak kalah cerianya. Di depan gerbang sebuah sekolah, keduanya berpisah. Si bocah masuk ke dalam, dan si perempuan kembali ke dalam mobil yang dikemudikan sesosok laki-laki tampan. Genta menghela napas dalam dari balik kacamata hitamnya. Sepekan ini ia kembali ke Jakarta, dan selama itu pula, ia setiap pagi menunggu di depan sekolah dasar itu. Menunggu si perempuan turun dari mobil untuk mengantar anaknya hingga ke gerbang dan menyerahkannya pada gurunya. Begitu mobil yang membawa si perempuan menghilang, mobil yang Genta tumpangi pun melaju meninggalkan tempat tersebut. Entah apa yang dicarinya pagi-pagi di tempat itu. Sejak semalaman ia bahkan belum sempat memejamkan matanya.

