Beberapa saat setelah makan siang, mereka bersiap ke rumah sakit. Evan tadinya tak ingin ikut, tapi Andre berhasil mengiming-imingi dengan sesuatu yang membuatnya begitu bersemangat. Sampai rumah sakit, hanya Maura yang mengantar ayahnya. Andre hanya mengantar sampai registrasi karena membawa Ayra. Daffa sudah ada di sana, hingga Maura tak sendirian mengurus ayahnya. “Ayo, Pa, cari es krim,” tagih Evan. “Gak tunggu Mama dulu?” “Nanti lama. Kakek mau diambil darah sama lain-lain kan?” “Kalau Adeknya kepingin gimana?” “Kasih dikit aja gak apa-apa. Ayo, Pa.” Saat meminta es krim atau jajanan lainnya, Evan tak ubahnya serupa anak kecil lain. Akan sedikit memaksa bahkan merajuk. Dan wajahnya akan begitu gembira ketika keinginannya berhasil dipenuhi. Tapi tidak ketika ia berhadapan denga

