Malam itu Maura menghadiri fashion show dari seorang designer perempuan terkenal di Singapur. Ia duduk dengan antusias memandang setiap model yang berjalan di runway. Entah kapan terakhir kali Maura menggelar fashion show. Sejak memiliki anak, waktunya seakan tak sebanyak dulu. “Sayang,” dia berbisik lirih pada suaminya. Andre duduk di sampingnya dengan wajah datar. Dia sama sekali tak berminat pada acara seperti itu. Keberadaannya di pinggir panggung runway hanya untuk menemani istrinya. “Pingin?” Andre seakan bisa membaca sorot mata dan ekspresi istrinya. “Hmmm.” “Siapin aja desainnya, nanti aku urus budgetnya.” Maura tersenyum. Dia menggapit lengan Andre dan menggenggam erat tangannya, seakan hendak menunjukkan kepemilikannya akan sosok tampan di sisinya itu. Banyak perempuan-per

