Maura duduk miring, menghadap suami dan anaknya. Ia tak melepas pandangannya dari keduanya. “Sayang, duduklah yang benar, nanti aku jelaskan, tenang saja,” ucap Andre berusaha mengalihkan perhatian Maura. Ia tak ingin istrinya ini mencecar putranya dengan pertanyaan yang menurutnya tak perlu. “Evan aman okay. Jangan berpikir terlalu jauh,” tambah Andre yang langsung diangguki Evan. “Mama, it’s easy, okay?” Evan berusaha menenangkan ibunya. Andre mengulurkan tangan meraih tangan Maura dan menggenggamnya. “Nanti aku jelaskan. I promise you. Trust me.” Maura menghela napas. “Aku bukan gak percaya kalian. Aku hanya khawatir Evan ikut terseret bahaya.” Andre tersenyum. “Kamu khawatir Evan, tapi kamu gak kuatirin aku?” Maura berdecak. Ia menghadap depan dengan wajah ditekuk. “Kamu sudah d

