Maura menatap suaminya yang duduk di hadapannya dengan senyum tipis. “Aku malu kelihatan gak becusnya,” Maura menutup wajahnya dengan kedua tangannya sementara Andre hanya terkekeh. “Ayo, kita jalan-jalan aja,” Andre bangkit dan mengulurkan tangannya pada Maura. “Andre?” Maura menatap tak percaya suaminya. “Ayo,” Andre menggerakkan jemarinya memberi tanda agar Maura segera bangkit. Maura tersenyum lebar menyambut uluran tangan suaminya seperti seorang gadis remaja yang diajak kencan kekasih pujaannya. “Biarkan mereka yang urus. Kamu cukup awasi dan manage aja,” Andre merangkul pundak Maura dan membawanya keluar, meninggalkan beberapa orang dari perusahaan yang tengah mengaudit butik istrinya. “Kita mau kemana?” tanya Maura sambil memasang sabuk pengamannya. Mereka hanya pergi berdua

