Genta mondar-mandir sendiri di apartemennya sejak tadi. Hatinya terlalu senang setelah tanpa sengaja bertemu Maura saat ia akan membeli minuman tadi. Padahal biasanya sopirnya yang akan turun untuk membelikan sesuatu yang ia butuhkan. Tapi sore tadi, entah apa yang membuat Genta tergerak untuk turun sendiri. Mungkin memang Maura yang membuatnya turun untuk bertemu dengannya. Genta terkekeh. Setelah sekian lama, akhirnya ia bisa melihat kembali gadis kecilnya. Sendiri. Tanpa siapapun. Dan Genta yakin, sore tadi Maura benar-benar tanpa pengawalan orang-orang Ranuwijaya. Mengingat nama itu seketika membuat Genta marah. Dua bersaudara Ranuwijaya itu benar-benar keterlaluan. Genta tak menyangka ia bisa kalah oleh anak muda Ranuwijaya. Bimantara benar-benar cerdik memilih menantu. Genta men

