Bab 145: Support Maura

1057 Words

“Papa, Kakek melakukan korupsi?” tanya Evan dalam perjalanan dari rumah kakeknya menuju ke rumah mereka. “Hmmm,” Andre berpikir sejenak. Dia kini harus lebih hati-hati memilih kata ketika berbicara dengan putranya ini. “Kakek hanya akan menjadi saksi.” Evan mengangguk seakan mengerti situasi yang sedang dihadapi orang-orang dewasa tadi di rumah kakeknya. “Jadi orang lain yang korupsi?” “Memangnya kamu tahu apa itu korupsi?” “Papa jangan meremehkan aku. Aku bisa cari informasi apapun yang aku butuhkan di internet.” Andre menyandarkan kepalanya di kursi. “Usiamu berapa sih, Van?” Evan melirik ayahnya. Ia tahu itu bukan pertanyaan yang memerlukan jawaban. Ia pun ikut menyandarkan kepalanya di kursi, sama seperti ayahnya. “Bisa enggak kamu jangan terlalu cepat tumbuh besar?” “Papa mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD