“Maura, Papa kita bawa ke Jakarta saja gimana?” tanya Daffa saat hanya berdua saja dengan Maura. “Kenapa? Di sini lebih canggih dan lebih lengkap, Kak.” “Tapi anak-anak kamu jadi terabaikan. Evan mestinya sudah mulai sekolah lagi kan? Andre juga pasti banyak pekerjaan yang harus diurus.” Maura menghela napas. “Kondisinya sudah stabil kok. Aku juga sudah pikirkan untuk resign dari kantor. Nanti biar aku yang jagain Papa di Jakarta. Kamu dan yang lain kan juga bisa gantian jagain kalau di Jakarta, tanpa ninggalin kewajiban yang ada.” Maura ingat Evan. Sekolahnya sudah tertinggal dua pekan. Maura memang sudah ijin pada gurunya, dan Evan diperkenankan untuk mengikuti semua pembelajaran secara daring karena ia dinilai mampu melakukannya. Tapi tanggung jawab Andre di perusahaan memang ta

