Bab 186: Oma-Opa

1106 Words

Maura duduk sendiri di sisi Andre yang menyetir dengan tenang. Di belakang mereka, duduk kedua orang tua Andre dengan Evan yang duduk di tengah keduanya, dan Ayra yang dipangku omanya. “Kamu kok tambah cantik aja,” ucap Oma pada Ayra. Evan mencibir. “Dari kita berangkat sampai hari ini ya wajahnya begitu, Oma, gak berubah.” “Masa? Apa mata Oma yang udah makin tua ya. Jadi semua jadi terlihat lebih cantik dan lebih ganteng.” Evan melirik Omanya. “Kamu juga tambah ganteng, tambah pinter.” Evan memalingkan wajah lurus ke depan. Andre meliriknya melalui spion. Ia tersenyum tipis melihat ekspresi putranya setiap kali ada seseorang memujinya. Pipinya mungkin tidak blushing seperti Maura kala tersipu, tapi Andre mengenali betul ekspresi itu. “Nanti aku sama Ayra nunggu sama Papa atau bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD