Genta segera terbang ke Singapura memastikan semua laporan yang ia dapatkan dari anak buahnya. Dia datang tak hanya membawa serta Angel bersamanya, tapi juga membawa siasat licik di kepalanya. Angel yang masih muda dan tergiur dengan semua kemewahan yang Genta berikan seolah menutup mata terhadap semua nasehat ibunya. Padahal Freya bersusah payah menyelamatkan karir modelnya dengan membawanya keluar dari Jakarta. “Masuklah ke kamar. Om harus menyelesaikan pekerjaan Om,” Genta menunjuk satu pintu di apartemennya. “Om gak pingin masuk kamar sekalian?” goda Angel dengan s*****l. Entah darimana Angel mendapatkannya, seingat Genta, Freya bahkan tak sevul-gar itu menggoda laki-laki. Freya hanya mau didekati laki-laki yang disukainya. Entah karena uangnya, atau karena ia mendapatkan apa yan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


