Esok paginya, Belle muntah beberapa kali. Gyan khawatir sang istri dehidrasi lagi, jadi ia memutuskan untuk menemani Belle di rumah saja. Awalnya ia berencana untuk bekerja dari rumah. Namun melihat Belle yang lemas dan berkali-kali mual, Gyan malah tak bisa fokus berpikir. “Jadi… apa yang harus aku lakukan?” tanya Gyan untuk ketiga kalinya pagi itu. Masih pukul sepuluh pagi. Belle menatapnya dari sisi tempat tidur. Surainya belum disisir, matanya setengah tertutup karena rasa pusing. “Tidak usah melakukan apa-apa.” “Itu jawaban paling membingungkan yang pernah aku terima, love,” gumam Gyan. Frustrasi. “Aku tidak memintamu menyelesaikan masalah,” sahut Belle. “Aku bahkan bersyukur kamu ada di rumah menemaniku hari ini.” Gyan mengangguk, tapi jelas tetap merasa tak berguna. Ia berdiri

