Kata-kata Abimana terdengar meyakinkan dan hangat, tetapi bagi Tiara, pengakuan Abimana tentang trauma benturan di rahimnya terasa seperti pisau tajam yang menusuk memori masa lalu yang telah ia kubur dalam-dalam. Meskipun ia telah berjanji untuk tidak rendah diri, hatinya mulai merosot, seolah terlempar kembali ke kejadian gelap yang pernah menimpanya. Saat Abimana berjalan menuju pintu keluar, Tiara sedikit tersendat. Pikirannya melayang, kembali ke tahun-tahun kelam bersama Ken Andra. Ken Andra, putra mantan menteri, pria yang pernah bermasalah dengan Abimana. Pria yang saat ini kasusnya juga masih berjalan tentang dugaan pengedar narkoba yang menimpanya—sebuah kasus yang Tiara yakin Abimana ikut andil dalam pengungkapannya. Pria itu adalah dalang dari semua kesialan yang diterima Tia

