Kamu itu Kecil, Tapi Binal 🔥🔞

1703 Words

Fajar menyingsing di atas Alpen, menerangi vila rahasia dengan cahaya yang tampak ragu-ragu. Hari itu adalah hari keempat belas, Hari-H penantian untuk hasil tes kehamilan gestational carrier. Tiara terbangun dari tidur yang sangat singkat. Jantungnya berdebar kencang, seolah-olah ia sudah berlari maraton. Ia menoleh ke samping. Abimana sudah bangun, tetapi ia tidak berpakaian formal seperti biasanya. Ia mengenakan hoodie tebal dan celana kasual, dan sedang duduk di lantai di depan perapian yang menyala. Di tangannya, bukan ponsel atau laptop secure line, melainkan sebatang pensil dan selembar kertas besar. "Mas, kamu sudah bangun?" tanya Tiara, suaranya parau karena cemas. "Sudah, Sayang," jawab Abimana tanpa menoleh, fokusnya penuh pada kertas di depannya. Tiara bangkit, berjalan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD