Pagi masih gelap ketika Tiara membuka matanya. Ia bergerak pelan, tidak ingin mengganggu suaminya. Abimana masih tidur pulas di sisinya, memeluknya erat, kelelahan setelah malam yang liar dan panjang. Tiara membalikkan badan sedikit. Ia menatap wajah tampan Abimana yang kini tampak damai dan rentan tanpa kemeja mahal yang biasa membingkai tubuhnya. Rambut Abimana sedikit berantakan, napasnya teratur dan hangat. Tiara tersenyum. Hatinya dipenuhi kehangatan dan rasa syukur yang tulus. Semua pertengkaran, semua air mata, dan semua sarkasme semalam terasa lunas setelah Abimana menunjukkan betapa besar cinta dan keposesifannya. Ia mencium d**a bidang Abimana sekali lagi, menikmati aroma khas suaminya. Tiara perlahan melepaskan diri dari pelukan itu. Ia mengambil piama sutra satinnya yang ter

