Abimana Si Pria Gengsi 🔥

1637 Words

Pagi menyambut mansion Narendra Tama dengan keheningan yang damai, jauh berbeda dari ketegangan politik yang terjadi semalam di ketinggian kota. Tiara terbangun dengan perasaan sangat lega. Ia tidur nyenyak, mengetahui kedua bayinya, Biantara dan Tiana, aman di kamar yang terhubung. Abimana sudah bangun lebih dulu, namun masih berbaring di sampingnya, mengawasinya. "Pagi, Sayang," bisik Tiara, mengusap d**a suaminya. "Semalam pasti sangat melelahkan, ya? Aku senang kamu bisa tidur nyenyak." "Pagi, Cantik," balas Abimana, mengecup keningnya. "Sangat nyenyak. Pertemuan itu berjalan lancar. Dan aku tidak perlu terlalu banyak mengeluarkan energi." Tiara tersenyum puas. "Aku yakin Tuan Alvaro sangat terkesan dengan kejutan lokasi yang kamu berikan. Itu ide yang sangat bossy, Mas." Tak lam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD