Momen Menegangkan 🔥⚠️

1395 Words

“Aku ingat,” jawab Abimana dengan tenang. “Aku ingat persis. Aku mendengar langsung dari doktermu. Aku tahu semua catatannya. Tapi kondisi tubuh bisa berubah.” Tiara menggeleng cepat. “Tidak secepat itu. Tidak seperti ini.” “Tiara.” Suara Abimana merendah, stabil, tetapi penuh tekanan yang tidak memakai ancaman. “Kamu gemetar saat berdiri tadi. Kamu muntah dua kali, bukan sekali. Kamu terlihat pucat dari pagi. Kamu bahkan tidak kuat mencium aroma sarapan. Itu bukan hal yang biasa.” Tiara menatapnya dengan mata membara. “Jadi kamu menuduh aku hamil begitu saja. Padahal kita ke Jenewa untuk memastikan aku tidak harus mengalami hal itu.” “Aku tidak menuduh. Aku memastikan.” Abimana mendekat sedikit. “Ada perbedaan besar di sana.” Tiara memeluk perutnya tanpa sadar. Bukan karena nyeri, te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD