“Jeff,” panggilan mesra Rania membuat Jeffry menoleh dan terlihat Rania tampak sangat ceria hadir di kantornya pagi itu. “Kamu sudah tiba?” sapa Jeffry ramah pada rekan kerjanya itu “Nanti malam pak Jhon mengundang kita bertemu, gimana kalau pulang kerja nanti kita berangkat bersama?” ajak Rania sambil berjalan bersama Jeffry menuju ruang meeting. Jeffry terdiam, sebenarnya ia tergiur untuk bisa bertemu pak Jhon salah satu pengusaha besar Indonesia kolega dekat dengan keluarga Rania tapi ia memikirkan Janna. Baru saja kemarin istrinya komplain karena ia selalu pulang malam, kini jika ia kembali pulang larut malam pasti Janna akan lebih terluka. “Bagaimana jika kamu datang bersama Badra saja, saat ini aku harus lebih cepat pulang kerumah,” jawab Jeffry pada Rania sambil membukakan pi

