Suasana di ruang keluarga rumah Hendra terasa tegang malam itu. Lelaki itu mondar-mandir tak tenang. Matanya terus melirik ke arah kamar Raya. Putri bungsunya yang tengah terbaring dengan tubuh panas dan wajah memerah. Di sudut lain, Sukma berusaha menenangkan Hana, anak pertama Hendra, yang tampak gelisah melihat adiknya sakit. Dokter sudah datang, memberikan obat dan saran agar Raya diopname jika demamnya tak turun dalam beberapa jam ke depan. Namun, Hendra tak tega jika anak sekecil itu dirawat di rumah sakit. Sebisa mungkin, Hendra ingin anaknya dirawat di rumah. Keputusasaan memenuhi hati lelaki itu saat Raya terus-menerus menangis tanpa bisa ditenangkan. Akhirnya, Hendra mengambil ponsel dan mengetikkan pesan untuk seseorang yang ia harap bisa membantu. Nadia. Meski kini han

