Nadia menghembuskan napas panjang sebelum menekan tombol hijau di layar ponsel. Nama Surya tertera jelas. Kali ini Nadia merasa perlu membicarakan sesuatu yang sudah lama mengganjal di pikirannya. Setelah beberapa kali nada sambung, suara hangat Surya terdengar dari seberang. "Halo, Sayang?" Surya menyapa dengan ceria seperti biasanya. Lelaki itu sedang berada di ruangannya di kafe. Namun, dia mengerjakan proyek render gambar sebuah bangunan. "Halo, Sur," balas Nadia dengan nada lembut. Ada sedikit kegugupan yang terselip di suaranya. "Kenapa? Suara kamu kayaknya aneh," tanya Surya lembut. "Nggak apa-apa," lirih Nadia serak. "Kamu habis nangis?" tanya Surya lagi. "Enggak. Aku cuma lagi kangen aja." "Ada yang mau kamu bicarain?" tanya Surya seperti bisa merasakan ada yang berbeda.

