157~DS

1432 Words

“Nggak usah ke toko, ya,” ujar Eila saat mobilnya berhenti di depan rumah Sinar. “Istirahat aja di rumah.” Sinar mengangguk saat menengok ke belakang. Menatap Pras yang tidak melihatnya, lalu beralih pada Eila. “Yang tadi itu … makasih, ya, Tan,” ucap Sinar dengan wajah yang masih sembab. Sepanjang jalan, ia tidak bisa menahan air matanya. Semua orang di dalam mobil hanya diam dan membiarkannya menghabiskan tangis yang seolah enggan mereda. “Dan makasih juga sudah diantar,” tambah Sinar. “Maaf kalau saya merepotkan.” “Tante nggak repot,” ujar Eila turut prihatin. “Sekarang keluar, masuk ke rumah, tidur. Dan, nanti kita bicara lagi kalau kamu sudah tenang.” Sinar mengangguk. “Saya permisi, ya, Tan. Sekali lagi, makasih.” Tanpa berpamitan pada Pras yang hanya menatap keluar jendela,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD