76 | Bekal Pertama

1914 Words

Aylin berdiri di depan kompor dengan rambut diikat asal dan kostum bangun tidur—piama boneka seperti biasa. Di mana piama itu bertangan pendek, pun celananya pendek. Baja memperhatikan sambil makan irisan melon segar yang Aylin ambil dari kulkas. Jam di dinding telah menunjukkan pukul lima lebih lima belas menit. Waktu Baja tidak banyak di sini sebelum nanti otewe ke bandara. Ah, sayang sekali ... padahal sedang rukun-rukunnya. Di meja dapur, Aylin melihat daging sapi yang sudah diiris tipis, lalu paprika merah dan hijau, bawang putih cincang, serta nasi hangat yang baru matang dari ricecooker. Oh, jelas. Itu hasil kerjaan si mbok yang janjian dengan Aylin semalam. Niatnya, kan, mau bangun jam empatan. Eh, malah bablas. Memang, nih. Perkara bangun pagi itu masih jadi hal yang sangat su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD