84 | Tuan Pencemburu

1801 Words

Tidak bisa dibiarkan. Baja melepas kacamata dan beranjak dari tempatnya. Lanjut bekerja juga percuma. Fokus Baja terbelah antara wanita di sofa dan berkas, jadi lebih baik Baja sudahi salah satu. Toh, waktu istirahat tidak lama lagi akan tiba. Lagi pula, di sini Baja bosnya. So, dia bisa menentukan sendiri kapan mau rehat sekadar duduk makan-makan bersama istri yang bertandang. "Lihat apa, sih?" celetuk Baja, merampas ponsel di tangan Aylin. Dari tadi fokus Aylin justru ke benda ini. Tatapan Aylin sontak beralih kepada Baja yang duduk di sisinya. Mbak Aisyah: [Aylin, Mbak mau tanya. Mbak harap kamu mau jawab jujur. Sebelumnya maaf karena tiba-tiba banget nge-chat. Ini soal Mas Raja.] Mbak Aisyah: [Dia pernah bilang sesuatu ke kamu menyangkut perasaannya, kan?] Itulah yang membuat Ayl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD