133 | Meledak

1616 Words

"Pi ... kan, Papi udah sepakat buat nggak marahin Mas Baja." Aylin tetap dengan pendiriannya. Mata Papi Jaya melirik runcing ke Aylin. Di luar entah apa yang terjadi pada mas suami, apalagi ada Kak Ian. Pasti merasa kemarahannya di-acc untuk kembali menghajar Om Baja lagi. Aylin geleng-geleng. "Udah, ya, Pi? Bukain pintunya buat suami Aylin, ya?" "Kamu sama sekali nggak kecewa sama suamimu, Lin?" "Kecewa atas apanya? Kisah masa lalunya yang bikin Aylin celaka di masa sekarang? Ulah kebucinan Mas Baja ke Bu Syila dan salah-salah orang tuanya sampai bikin Bu Syila dendam, terus pada akhirnya malah nyakitin Aylin sebagai masa depan di hidup Mas Baja?" "Suamimu nggak tegas!" "Iya, tapi itu dulu, kan? Sebelum Aylin masuk ke kehidupannya, kan? Pi, yang pasti saat Aylin mau menerima pinanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD