90 | Salah Berkicau

1314 Words

"Mi." "Hm?" Aylin sedang mangkal di rumah orang tua. Dia mendekati Mami Rea. Sebetulnya hal ini kalau dibahas dengan mami, pasti nanti julid, tetapi tidak mungkin Aylin bertukar pikiran kepada papi soal kehamilan, kan? Ah, gila. Aylin tidak menyangka dirinya ada di titik ini. Kalau semisal dia bahas dengan Lianra—sang ponakan, anak itu juga nggak bakal paham. Dan kalau Aylin bahas dengan kakak ipar, istri Kak Ian, alias Kak Hyra, takutnya diinfokan kepada manusia terjulid melebihi mami—yaitu Julian. Kakak Aylin ini nanti kesenangan berasa dapat bahan ledekan. "Kenapa?" tanya mami. Aylin malah diam soalnya. Sekarang mami duduk di sisi Aylin, semula beliau sedang menata piring baru di rak. Akhir-akhir ini mami suka sekali membeli piring cantik. "Dulu waktu Mami nikah sama papi, langsu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD