Viktor tersenyum menatapnya dari atas, sambil memainkan tangannya dengan lembut. “Kamu tak pernah gagal memukau kami, Sayang, aku merasa beruntung memilikimu, Samara!” ucapnya dengan suara rendah, nafasnya memburu ketika kembali melabuhkan ciuman mesra di leher dan d**a Ara. “Mhhh, Viktor ….” Ara menjawabnya dengan lenguhan nikmat, merasakan jari besar Viktor menerobos masuk dengan lembut di dalam miliknya. “Ouh, ah, ah … mhh, Viktor … ahhh …,” desah Ara, tangannya meremas lengan kokoh Viktor. Tapi kemudian desahannya dibungkam ciuman panas Viktor, lelaki itu melumat bibirnya dengan penuh gairah. Ara semakin merintih manakala salah satu tangan Viktor meremas lembut bukit kembarnya yang membusung meminta perhatian. “Oh, Viktor, aaahhh ….” Viktor menarik wajahnya, tersenyum melihat ba

