Kelompok ibu-ibu yang masih segar meski sudah menginjak kepala 5 itu memesan kamar pijat masing-masing, mereka berpisah di ruangan loker ketika berganti pakaian dengan sehelai handuk saja. “Selamat bersenang-senang dan basah, Sayang-sayangku!” ujar salah seorang dari mereka sambil melempar cium jauh pada teman-temannya yang lain. Mereka pun tertawa bersamaan lalu masuk ke ruangan pijat mereka masing-masing. Sarah sendiri masuk ke ruangan pijat yang sudah di pesannya tadi. Suasana hangat serta harum minyak aromaterapi yang menenangkan langsung menyambutnya. Kamar itu sendiri terlihat temaram dengan cahaya lampu dan sinar dari beberapa lilin aromaterapi yang terdapat di sudut ruangan. Sebuah ranjang kecil tersedia dengan seorang terapis laki-laki dengan badan berotot dan kekar sudah menung

