Zalikha akhirnya bangun ketika menjelang siang, perempuan itu tampak terkejut melihat ayahnya sudah berada di sampingnya. “Hai, Sayang!” sapa Aksa seraya menggenggam tangan putrinya itu dan menatapnya dengan lembut. Zalikha yang melihatnya justru malah tergugu dan menangis. Aksa langsung memeluknya sambil dia sendiri berlinang air mata melihat kesedihan putrinya itu. “Ayah, anakku, Yah!” ucap Zalikha sambil menangis tersedu-sedu. Aksa hanya mengangguk saja, sambil mengusap punggungnya dengan lembut. Dia sendiri tidak tahu harus berkata apa. Daylon yang kemudian masuk, terpaku melihat ayah dan anak itu sedang saling berpelukan sambil menangis. “Aku tidak bisa menjaga anakku, Yah, aku ceroboh!” tangis Zalikha lagi. Aksa menggeleng. “Tidak, Sayang. Kamu tidak bersalah, ini semua adalah

