“Sarah, kembalikan anakku! Dia tak bersalah dan bahkan masih merah, dia baru sehari berada di dunia ini, dia tak tahu bersalah! Bunuh saja aku jika itu akan memuaskanmu!” geramya, ingin sekali dia berteriak murka namun situasi dan kondisi tak memungkinkan dia untuk melakukannya. Sarah kembali tertawa berderai, senang mendengar kalimat putus dari Aksa. “Mati? Jika yang aku inginkan adalah kematianmu, bukan obat perangsang yang aku masukkan ke dalam minumanmu, Aksa, tentunya episode kemarin akan menjadi cerita Kopi Sianida versi ke-2!” kekehnya mengejek. Aksa menggeram, tenggorokannya sakit menahan teriakan dan tangis yang ingin sekali dia lepaskan. Suara tangisan Ferdy begitu menyayat hati. “Aku akan memastikan kamu tidak akan hidup lagi jika anakku sampai terluka, Sarah, Demi Tuhan!”

