Hugo menggeram kesal jadinya, birahinya sudah ke ubun-ubun tapi dia tak bisa melampiaskannya karena Ara baru melahirkan. Sebelum ada orang yang melihatnya, Hugo bergegas keluar dari ruangan itu. Tepat ketika dia baru saja keluar dari sana, Bu Susan muncul dari lantai bawah, berniat untuk membawakan teh hangat untuk Daylon dan Zalikha. Dia tertegun melihat Hugo yang terburu-buru keluar dari ruang kerja Daylon. “Tuan Hugo?” gumamnya heran. Tapi dia tak mau ambil pusing atau kepo dengan urusan cucu pertama Tuan Alfredo itu. Bu Susan melanjutkan langkahnya memasuki ruang kerja Daylon, tapi begitu dia masuk, wanita itu termangu karena tak melihat Daylon dan Zalikha di dalamnya. “Lho, mereka ke mana?” gumamnya heran. Sayuo telinganya mendengar suara orang bercakap-cakap di ruangan itu, tapi

